Selamat Datang

Sabtu, 21 Maret 2009

LoVe

Definisi cinta:
• Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang
dicintai).
• Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
• Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia
daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan
sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa
bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
• Mengembaranya hati karena mencari yang dicintai sementara lisan
senantiasa menyebut-nyebut namanya.
• Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan
menghinakan diri kepadanya. Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang.
- Wikipedia Cinta adalah kasih sayang yang mendalam.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia Cinta adalah perasaan yang kuat pada lawan jenis karena hubungan yang personal.
- Miriam Webster Cinta adalah perasaan sayang pada orang lain.
- Dictioanry.com Cinta adalah ikatan atau perasaan yang kuat yang menimbulkan rasa hormat dan sayang.
- Arddictionary.com Cinta adalah perasaan sayang dan tertarik yang sangat kuat pada seseorang.
- Answers.com Cinta adalah fenomena sosial dan kognitif.
- Ilmu Psikologi Cinta adalah emosi yang dalam dan kompleks yang membuat seseorang bertindak heroik.
- Ehow.com Cinta adalah emosi positif yang kuat.
- Lexipedia.com Cinta adalah keterikatan rasa sayang pada lawan jenis.
- biology-online.org CInta adalah perasaan sayang pada seseorang.
- Encarta Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta (misalnya Eric Fromm dan Maslow) karena manusia satu-satunya makhluk yang dapat merasakan cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep, cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Saya mencoba memilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg (1988), yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang. Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan. Sternberg (1988) terkenal dengan teorinya tentang *Triangular Theory of Love * (segitiga cinta). Segitiga cinta itu mengandung komponen: 1. Keintiman (*intimacy*) Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (*trust*) dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan ada keinginan untuk bergandengan tangan atau saling merangkul bahu.
2. Gairah (*passion*) Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.
3. Komitmen (*commitment*) Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama. Menurut Sternberg (1988), setiap komponen itu pada setiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya), disertai dengan komitmen yang lebih besar. Misalnya melalui perkawinan. Dari ketiga komponen cinta diatas, dapat membentuk delapan kombinasi jenis cinta sebagai berikut: *Nonlove*, tak ada gairah yang timbul, biasanya hubungan dengan orang dalam lingkungan sehari-hari karena interaksinya hanya bersifat sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen*Liking* (persahabatan), sebagai salah satu komponen emosi yang ada adalah perasaan suka bukanlah cinta, hanya memiliki komponen keintiman*Infatuation love* (ketergila-gilaan), gairah yang timbul tanpa keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan pertama *Empty love* (cinta kosong), ada unsur komitmen tetapi kurang intim dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan. *Romantic love* (cinta romantis), hubungan intim yang menggairahkan tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka panjang
*Companionate love*, hasil dari komponen keintiman dan komitmen tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak akan menggairahkan secara fisik lagi
*Fatous love* (cinta buta), mempunyai gairah dan komitmen tetapi kurang intim, dimana cinta ini sulit dipertahankan karena kurang adanya aspek emosi
*Consummate love* (cinta yang sempurna), yaitu cinta yang tersusun atas komponen keintiman, gairah dan komitmen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar